KEGIATAN KAMI

Secara umum, seluruh kegiatan di Monash Institute adalah kegiatan yang bertujuan untuk pendidikan dan pembangunan karakter

Pendaftaran Santri Monash Institute

Pendaftaran dapat dilakukan setiap saat. Tetapi seleksi dan tes masuk dilaksanakan setiap bulan Juni - Agustus

Jaringan Monash Institute

Saat ini Monash Institute telah memiliki tempat pendidikan di tiga daerah, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Rembang, dan DKI Jakarta

SEMARANG

Monash Institute Semarang

REMBANG

Monash Institute Rembang

JAKARTA

Monash Institute Jakarta

Bay’at

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Setelah satu dekade berdakwah di Makkah dan tidak mendapatkan hasil signifikan, bahkan semakin dimusuhi oleh para elite Makkah, Nabi Muhammad merencanakan untuk berhijrah ke Madinah. Hijrah didahului oleh duaRead More

Diyat

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Dalam Islam, hukuman membunuh orang lain tanpa sebab yang dibenarkan oleh syari’at adalah 100 ekor unta. Jumlah 100 tersebut memiliki latar belakang sejarah yang cukup pelik yang bermula dariRead More

al-Ikhlash

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute)  Al-Ikhlâsh berasal dari kata a-kh-la-sha, berarti memurnikan. Ia adalah nama salah satu surat, tepatnya surat ke-112, dalam al-Qur’an. Biasanya, nama-nama surat dalam al-Qur’an diambil dari salah satu kata atauRead More

Maghfirah

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Maghfirah berasal dari kata gha-fa-ra, ya-gh-fi-ru, ma-gh-fi-ra-tan. Kata kerja bentuk lampau (madli)nya hanya berbeda satu huruf dengan ka-fa-ra. Biasanya, dalam bahasa Indonesia, diartikan dengan mengampuni. Namun, apa sesungguhnya yangRead More

Kafir

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Kata kafir sudah sangat akrab sebagai ungkapan dalam bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari kata: ka-fa-ra, yak-fu-ru, kufr; berarti menutupi. Karena itu, kata ini sering dihubungkan dengan kata dalamRead More

Tarwiyah, Arafah, dan Nahr

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Para rasul dan nabi merupakan orang-orang pilihan Allah, karena mereka telah melakukan berbagai tindakan yang luar biasa demi menunjukkan cinta yang sangat besar dan paripurna kepada Allah. Termasuk diRead More

Akhlak Paripurna

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Dunia senantiasa mengalami perubahan, yang karena itu Allah Swt. melakukan berbagai perubahan terhadap aturan kehidupan yang sebelumnya telah ditetapkan, baik untuk menyesuaikan keadaan maupun meringankan. Sebab, jika aturannya tidakRead More

Akhlak Mulia

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Nabi Muhammad bersabda: “Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. Pernyataan Nabi ini dipahami secara keliru oleh kebanyakan orang. Akhlak mulia dalam hadits tersebut dipahami sekedar perilaku yang baik danRead More

Nafsu

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Kata nafsu secara bahasa berkonotasi sebagai dorongan untuk mengerjakan sesuatu; biasanya dianggap berkonotasi negatif, tetapi sesungguhnya juga positif. Maka muncul istilah-istilah berkait dengan nafsu, di antaranya nafsu makan, nafsuRead More

Tahlilan

Oleh: Dr. Mohammad Nasih (Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Guru Utama di Rumah Perkaderan Monash Institute) Tahlîl secara harfiyah berarti membaca lâ ilâha illâ Allâh (tiada tuhan selain Allah). Dalam kajian teologi Islam, kalimat ini disebut sebagai kalimat tauhid, yakni kalimat yang berisi tentang ajaranRead More