Para Pendidik di Planet NUFO adalah Kaum Muda, Cek Profilnya di Sini!

Kamis, 26 Desember 1996 sekitar pukul 09.00 pagi Ummi Mukhoyyaroh dilahirkan. Lahir dari pasangan Bapak Sudarmaji dan Ibu Yati. Ia adalah anak kedua setelah Ali Ma’shum, kakaknya yg terpaut 7 tahun dengannya. Ummi, begitu biasa dipanggil, tinggal di Desa Sidomukti RT. 02 RW 01 kecamatan Jaken Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Ia memulai pendidikan pertamanya di TK Puspito Rini Sidomukti. Sebab usia yang belum cukup, ia bertahan di TK hingga 2 tahun sebelum masuk ke SD N Sidomukti. Lulus SD tahun 2007, ia kemudian melanjutkan ke MTs Natijatul Islam Jaken. Prestasi yang ia miliki mulai nampak dan mampu meningkatkan kualitas belajarnya.

Tahun 2010 ia lulus sebagai lulusan terbaik. Dengan sangat bersemangat ia mendaftarkan diri di MA Salafiyah Kajen Pati. Karena jauh dari rumah, ia memilih tinggal di Pesantren Raudhatul Ulum Kajen sebagaimana yang telah ia impikan sejak kecil. Prestasinya semakin meningkat. Kecintaannya kepada pelajaran Bahasa Inggris kuat dan kemudian semakin terasah dengan cukup baik. Beberapa kali ia diikutkan kompetisi Bahasa Inggris dan menjuarainya mulai dari tingkat lokal hinggal provinsi. Karakter kepemimpinannya juga semakin kokoh. Beberapa kali ia menjabat sebagai ketua kelas, ketua panitia, bahkan ketua pondok.

Setelah tiga tahun di Kajen, ia memilih S1 Pendidikan Bahasa Inggris UIN Walisongo pada tahun 2014. Perihal tempat tinggal, ia tak bisa lepas dari lingkungan pesantren, maka ia memilih Monash Institute Semarang. Pesantren yang lebih identik dengan rumah perkaderan itu benar-benar wadah yang tepat untuk Ummi. Sebab, aspek akademik dan organisasi begitu diperhatikan dan diseimbangkan. Dengan begitu, ia aktif di HMI dan menjadi anggota BPL HMI Cabang Semarang. Selain itu, Ia juga beberapa kali menduduki jabatan kementrian di Monash Institute hingga bisa menjadi wakil presiden. Di luar Monash Institute, ia menjadi Ketua Umum GPII Putri Jawa Tengah hingga sekarang.

Tepat 8 semester di tahun 2018, ia lulus sarjana dan berhenti hingga hampir satu tahun untuk melanjutkan S2 di UNNES dengan jurusan yang sama. Sebelum menjadi guru di Planet NUFO Mlagen-Rembang, Ummi adalah guru tahfidz di SMPIT Cahaya Bangsa Mijen selama 1 tahun. Ia juga menjadi mentor Bahasa Inggris di Monash Institute. Jika ingin menghubunginya, silahkan kirim pesan ke alamat e-mail Ummimukhoyyaroh76@gmail.com atau facebook/instagram Ummi Mukhoyyaroh, bisa juga ke 62856-0102-4528 (WA/telp/sms).

 

Farha Biqismah biasa disapa Icha, lahir pada 23 Oktober 1995 di Desa Margoyoso, desa kecil yang bernuansa religi kuat di Kabupaten Pati. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Zaenal Arifin dan Arina Hidayah yang berlatar belakang pesantren NU. Kedua orang tuanya telah menanamkan agama sejak ia masih kecil.

Pendidikan formalnya dimulai di TK dan SD Islam Miftahul Falah. Setelah menginjak remaja, dia mengenyam pendidikan di MTs. Perguruan Islam al-Hikmah, Kajen, kemudian MA Perguruan Islam Mathali’ul Falah, Kajen, yang diasuh oleh al-Maghfurlah KH. Sahal Mahfudh, Rais ‘Am Syuriah PB-NU (1999-2014).

Karena merasa bahwa pengetahuan yang dimilikinya belum cukup, setelah lulus MA, ia juga mesantren di Ponpes Salaf Mamba’ul Ulum, Pakis, Tayu. Setelah itu, ia hijrah ke Semarang untuk menempuh study S1 jurusan Tafsir-Hadits UIN Walisongo. Masih di Universitas yang sama, sekarang ia terdaftar sebagai mahasiswa pascasarjana, jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir.

Sejak menjadi mahasiswa, Icha mulai aktif di organisasi intra maupun ekstra kampus. Karir organisasinya ia mulai tahun 2015, ia tercatat sebagai sekertaris II HMJ-TH UIN Walisongo Semarang. Selain itu, dia juga aktif di organisasi extra kampus sebagai Wasekum bidang eksternal Kohati HMI Korkom Walisongo tahun 2017 dan sekarang masih menjabat sebagai Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Korps GPII Putri Jateng.

Meskipun dia bukan mahasiswa jurusan kependidikan, tetapi mengajar dan mendidik sudah menjadi panggilan jiwanya. Ia menjadi mentor di Monash Institute Semarang, pengelola dan guru Qur’anic Habit Camp di Monash Institute Semarang, mushrifah di SMP Muhammadiyah Boarding School Gunem-Rembang dan guru bimbel di Lisani. Dengan pengalaman itu, tahun ajaran baru 2019/2020 ia akan mulai menjadi guru di SMP Alam Nurul al-Furqon.

 

Novi, panggilan akrabnya. Ia adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Lahir di Tegal pada 10 November 1996, dari pasangan Ibu Masriyah dan Bapak Much. Jonny. Pada usian 3 tahun, ia mulai dibesarkan di Desa Karangmulya Kec. Bojong Kab. Tegal, setelah sebelumnya tinggal bersama keluarga besar ayahnya di daerah Banten, Jawa Barat. Sejak saat itulah ia memulai dunia pendidikannya di TPQ Nurul Fajriyah, Karangmulya.

Sembari terus belajar di TPQ, pada usia 5,5 tahun ia didaftarkan orangtuanya di SDN Karangmulya 02. Karena pada saat itu belum ada TK di sana, maka ia diperbolehkan masuk SD pada usia yang sebenarnya belum cukup. Meski begitu, ia selalu berhasil meraih prestasi peringkat 3 besar di kelasnya dan pernah berhasil mewakili sekolah mengikuti olimpiade MIPA yang diadakan oleh pemerintah setempat.

Setelah lulus SD pada tahun 2008, ia melanjutkan ke SMP terbuka 01 Bojong. Selain alasan kurang semangat karena hanya sedikit teman yang melanjutkan sekolah, ia memilih SMP Terbuka agar waktu belajarnya tidak mengganggu sekolah agamanya di Madrasah Diniyyah Awwali-Wustha’ Mau’idhatul Hasanah Karangmulya. Pasalnya, selain sekolah formal ia juga harus tetap melanjutkan Madin yang kegiatan belajarnya dimulai tepat setelah dhuhur. Selain itu, ia juga ingin belajar mandiri dengan mengikuti proyek membuat bulu mata di daerahnya.

Baginya, SMP Terbuka bukanlah sebuah halangan untuk terus meningkatkan prestasi. Hal itu membuatnya semakin aktif mengikuti kegiatan sekolah, hingga ia pernah menjadi delegasi LOMOJARI (Lomba Motivasi Belajar Mandiri, lomba khusus SMP Terbuka se-Indonesia) yang berhasil mewakili sekolahnya hingga ke tingkat Nasional. Pada 2011, ia pun menjadi lulusan terbaik dengan nilai rata-rata setara dengan terbaik tingkat SMP Reguler 01 Bojong.

Dengan bekal seadanya dan atas bantuan sekolah, ia kemudian melanjutkan SLTA di SMK NU Hasyim Asy’ari Bojong jurusan TKJ, sekaligus masuk Madrasah Diniyyah Ulya Hidayatul Mubtadi’ien dan pondok pesantren Raudhatul Falah di bawah asuhan KH. Taufiqul Ahdi. Selain terus meningkatkan kemampuan akademis, ia juga mulai belajar berorganisasi baik intra maupun ekstra. Ia sempat aktif menjadi pengurus OSIS, Pramuka, Bela diri, IPPNU, Lembaga Pers GP. Anshar, dan Ketua Pondok.

Pada 2014 setelah lulus SMK, ia memilih UIN Walisongo untuk melanjutkan S1 dengan mengambil jurusan Islamic Astronomy Fakultas Syari’ah dan Hukum. Disamping itu, ia memilih Monash Institute Semarang di bawah asuhan Dr. Mohammad Nasih sebagai lembaga utama pendidikannya. Di lembaga itulah ia semakin ditempa untuk menjadi mahasiswa aktif dan produktif. Oleh sebab itu, selain menjalankan rutinitas akademik ia juga aktif dalam berorganisasi. Di intra kampus, ia pernah menjadi pengurus HMJ Ilmu Falak dan Senat Mahasiswa Universitas. Di ekstra, ia aktif HMI  dan menjadi pengurus dari tingkat komisariat hingga cabang Semarang, BPL HMI, GPII PD Tegal, Himpunan Astronomi Semarang, dan beberapa kali menjadi pengurus di pemerintahan Monash Institute.

Selain itu, ia juga mengambil peran di dunia pekerjaan untuk menambah wawasan, mulai dari berwirausaha kecil-kecilan, menjadi tentor olimpiade di beberapa lembaga Bimbel, guru TPQ Nur Asy-Syifa’ Beringin, Desainer Grafis di portal media Warta Nasional, Direktur Anasecha Catering, tim sedekas.com, juga sebagai tim Relawan Demokrasi KPU kota Semarang. Ia lulus S1 tahun 2018, tepat pada semester VIII. Saat ini, ia sedang melanjutkan pendidikan di Pascasarjana UIN Walisongo, dengan jurusan linear Islamic Astronomy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *